Berhasil Menumbuhkan Kembangkan Kesenian Daerah ,Kota Semarang Studi Banding ke Banyuwangi

BANYUWANGI – Di kenal dengan berbagai macam kesenian dan dinilai berhasil dalam menumbuhkan berbagai kesenian Banyuwangi, membuat Kabupaten Semarang tertarik untuk studi Banding ke Banyuwangi. Senin pagi (29/02), 5 orang yang terdiri dari 3 pejabat struktural dan 2 staff Dinas kebudayan dan pariwisata Semarang menuju Disbudpar Kabupaten Banyuwangi.

Kedatangan Rombogan, disambut langsung oleh Plt. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata “M.Y. Bramuda” dan Kepala bidang Kebudayaan “Choliqul Ridho”. Berbagai Kesenian yang ada di Banyuwangi, tumbuh dengan cepat di lima tahun terakhir mengisi berbagai event yang di gelar di Banyuwangi. Keseriusan Pemkab Banyuwangi dalam mengemas berbagai event yang mengedepankan seni dan budaya asli Banyuwangi mampu memberikan dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Berbagai kesenian yang ditampilkanpun bertaraf Nasional dan International. Hal ini yang melatar belakangi kami untuk datang belajar di Kabupaten berjuluk The Sunrise of Java ini, tutur Toufan “Kasi Pagelaran Kesenian” sebagai ketua rombongan.

Dalam Sambuatannya, M.Y Bramuda,S.Sos,MBA,MM memberikan berbagai tips dan trik untuk menumbuhkan kesenian yang ada di Banyuwangi, salah satu kuncinya adalah koordinasi,komunikasi dan kekompakan dalam tim baik itu antar SKPD maupun antar internal tim. Serta mengefisiensi anggaran, agar tepat sasaran dan berdampak bagi Masyarakat terutama di bidang Kesenian melalui sanggar – sanggar. Hal ini diwujudkan dengan adanya hibah.

Sebagai ketua rombongan yang sekaligus Kepala Seksi Pagelaran dan Kesenian DISBUDPAR Kota Semarang “Taufan YD” menyampaikan, ada beberapa poin yang akan kami fokuskan diantaranya bagaimana menumbuhkembangkan kesenian yang ada di kota Semarang, bagaimana mengelola berbagai pelaku kesenian melalui sanggar dengan membuatkan sistem informasi serta memantau perkembangannya, bagaimana penerapan SOP terkait Gedung Kesenian , serta bagaimana menyelenggarakan event – event Kesenian.

Selesai menerima sambutan, tim diajak berkeliling diantaranya ke ruang pembuatan Kartu Induk Kesenian, ke sanggar tari dan Ruang Terbuka Hijau Gesibu Blambangan. di sela – sela kunjungangannya Toufan YD sapaan akbrab beliau menyampaikan, kami kagum dengan apa yang diperbuat Banyuwangi mulai dari kecepatan Banyuwangi dalam menumbuhkembangkan kesenian. Pemerintah melalui Dinas Kebudayaan dan pariwisata Banyuwangi mampu memberikan motivasi kepada masyarakat agar bangga dengan keseniannya. Terbukti dengan tarian Gandrung yang dulunya sulit untuk mencari penari Gandrung kini tidak sulit untuk mencarinya. Hal ini dibuktikan dengan menggelar sebuah event kolosal pertama di Banyuwangi,event ini melibatkan ribuan penari Gandrung yang bertajuk “Gandrung Sewu”.

Selain itu sambung Taufan, system tata kelola kesenian dalam bentuk online diterapkan, pengotimalan Sosial Media serta Efisiensi Anggaran yang bisa di bilang dua kali lipat lebih kecil dari anggaran yang dialokasikan di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Semarang. Semua informasi yang kami dapatkan, tidak menutup kemungkinan akan kami terapkan di Kabupaten kami dalam waktu dekat ini, tutup Toufan diakhir kunjungannya. Seluruh rombongan siang ini langsung bertolak ke semarang setelah mengujungi Gesibu Blambangan.

Sumber : banyuwangitourism.com