Kemenpar selenggarakan 2 Bimtek di Banyuwangi

BANYUWANGI – Kementerian Pariwisata Republik Indonesia kembali memberikan program tentang pariwisata untuk Banyuwangi. Kali ini Kemenpar melaksankan Bimbingan teknis “Bimtek” tentang pengelolaan wisata tradisi dan seni budaya Panel I dan Panel II. Agenda Bimtek kali ini, dilaksankan di Hotel Ketapang Indah Banyuwangi (24/02). Tepat Pukul 08.30 acara dimulai dengan dihadiri oleh seluruh peserta dari Banyuwangi, diatarannya Seniman, Budayawan, Delegasi ( Dewan  Kesenian Blambangan), tokoh adat, lurah dan kepala desa, PHRI, ASITA, Badan Pusat Statistik (BPS), rekan Media, pelaku adat dan pelaku seni. Agenda Bimtek ini akan dilaksankan selama 3 hari, tepatnya sejak tanggal 24 – 26 Februari 2016.

Sebagai Narasumber Dr. Liga Suryadana, M.Si dan Rode Ayu Wahyuningputri, M.Si.Par Kemenpar memberikan berbagai materi kepada peserta. Peserta nantinya akan dibagi menjadi 3 kelompok untuk observasi lapangan ke 3 obyek antara lain Desa adat Kemiren, Makam Buyut Cili dan Sanggar Batik Pringgokusumo. Setelah observasi akan dilakukan diskusi kelompok untuk membuat laporan hasil pengamatan yang akan dipresentasikan esok harinya di depan peserta lain.

Kegiatan Bimtek Pengelolaan Wisata Tradisi dan Seni Budaya oleh Kemenpar RI, sebagai bentuk upaya dari Pemerintah Daerah Kab. Banyuwangi dalam menggali potensi adat tradisi dan budaya di wilayah Banyuwangi. Kegiatan ini nantinya dapat dilestarikan dan dikembangkan menjadi desa wisata,sehingga memiliki nilai jual dan dikemas sedemikian rupa untuk menarik wisatawan untuk datang dan berkunjung ke Banyuwangi.

Ditempat lain kemenpar yang juga berkolaborasi dengan Pemerintah Banyuwangi melaksanakan bimtek, namun kali ini bimtek di tujukan untuk Peningkatan Kapasitas Penyelamat Wisata Pantai di Banyuwangi (lifeguard) Kamis(25/2) – Jumat (26/2) . Agenda in dilaksanakan di hotel Berlian Abadi Banyuwangi.

Menurut Kementerian Pariwisata, diadakannya palatihan ini dikarenakan Banyuwangi kondisi riil destinasi wisata pantai di Banyuwangi sangat potensial. Apalagi letak Banyuwangi yang strategis dan menjadi wilayah transit sebelum menyeberang ke Pulau Bali, secara tidak langsung mampu menyedot wisatawan.Hal itu diungkapkan oleh Kepala Bidang Pengembangan Wisata Bahari Kemenpar, Danang Rahadian Sinayangsari. “Kami datang kemari untuk memberikan pelatihan tentang lifeguard ini. Selain ke depannya sangat bermanfaat untuk pemberdayaan masyarakat yang tinggal di sepanjang pantai, keselamatan wisatawan yang datang ke obyek wisata tersebut juga lebih terjamin,” kata Danang.

Melalui pelatihan ini, tambah Danang, kualitas pelayanan di obyek wisata, khususnya pantai akan meningkat. “Disini mereka  tidak sekedar belajar teori, tapi juga mempraktekkan langsung bagaimana memberikan penyelamatan dengan cepat dan tepat,” ujar Danang.

Peserta terdiri dari beberapa pelaku wisata di Banyuwangi sebanyak 25 orang. Mereka merupakan pelaku wisata di pantai, waduk dan sungai yang ada di Banyuwangi. Diantaranya dari Bangsring Boat, Wisata Pantai Boom, Waduk Sidodadi, Bangsring Underwater, Kali Badeng, Kali Bunder, Mustika Pancer, Teluk Banyu Biru, dan Wisata Mangrove Bedul. Antusias peserta terlihat saat mengikuti Bimbingan tekhnis tersebut. di hari pertama seluruh peserta mendapatkan materi dikelas, Peserta ikut mempraktekkan berbagai materi yang diberikan langsung oleh Bapak Kiki Murdiatmo selaku Instruktur pelatihan penyelamat wisata.

Tidak hanya diberikan materi berupa teori saja, seluruh peserta turun langsung mempraktekkan seluruh materi di Pantai Bangsring. Materi yang diberikan diantaranya Penanganan korban tenggelam, menangani korban terkena sengatan ubur-ubur, dan jenis-jenis penyelamatan lainnya. Pelatihan ini dibimbing langsung oleh instruktur yang kompeten di bidangnya. Mereka adalah Kiki Murdiatmoko, Jurianto M. Nur, dan Arif Budiman dari lembaga independen Balawista.

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan di obyek wisata pantai,sungai maupun waduk. Sehingga tidak hanya peserta yang mendapatkan pengetahuan tentang keselamatan, namun keselamatan pengunjung juga akan lebih terjamin keselamatannya.

Sumber : banyuwangitourism.com