Kostum Gandrung Banyuwangi Melaju ke Ajang Putri Indonesia

BANYUWANGI – Tak henti-hentinya Banyuwangi menorehkan prestasi,setelah menyabet juara bidang Pariwisata dari PBB melalui badan Pariwisata Dunia UNWTWO. Kini Banyuwangi Kembali dipercaya di ajang pemilihan putri Indonesia. Lewat kostum Gandrung yang di desain kostum Gandrung dengan tidak menghilangkan pakem/patokan dari sebuah kostum gandrung, putri asli Banyuwangi “Annisa Feby caurina” memberikan sebuah karya yang elegean. Kostum ini akan di kenakan oleh Puteri Jawa Timur terpilih “Zelly sukmawati” di ajang pemilihan Puteri Indonesia 19 Februari 2016 mendatang. Kostum garapan puteri Banyuwangi yang juga salah satu jebolan Banyuwangi Ethno Carnival, dibuat hanya dalam waktu 3 hari. Setelah melakukan fiting baju, kostum dikebut selama 3 hari dan selanjutnya penjurian yang dilaksankan di Jakarta beserta finalis lain dari daerah seluruh Indonesia.

Kostum yang identik dengan warna Merah,hitam dan emas ini dipadukan dengan sentuhan ekslusif. Sambutan hangat dari netizen setelah kostum ini di share di sosial media. Berbagai dukungan mengalir melalui akun sosial media, salah satunya akun Instagram. Bahkan salah salah satu akun Official “AseanPageants ” menjadikan favorit costum Gandrung yang dikenakan oleh puteri Jawa Timur tersebut. Dalam komennya menyatakan bahwa kostum ini layak di angkat di ajang yang lebih tinggi yaitu Miss Universe.

Acara yang akan dilaksanakan di salah satu Stasiun TV Nasional “INDOSIAR” ini akan tayang pada tanggal 19 Februari 2016. Berbagai daerah yang ada di seluruh Indonesia akan berujuk kebolehan memberikan presentasi yang menarik para juri dan akan keluar satu pemenang puteri Indoensia 2016.

Kostum itu sendiri tidak hanya sekedar keindahan, namun juga memiliki filosofi di setiap detailnya.

Gandrung sendiri berasal dari Bahasa jawa yang berarti suka,cinta , pesona. Tari gandrung sendiri memiliki filosofi yang terkandung didalamnya nilai – nilai moral yang bisa diterapkan dalam keseharian manusia, diataranya hubungan manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia dan manusia dengan alam konsep ini terus di usung oleh Gandrung. Gandrung sendiri dari sebuah ritual / kesakralan dan juga sebagai hiburan, hiburan ini di terapkan dalam tarian gandrung selamat datang.

Seni tari gandrung adalah salah satu wujud kesenian tari dari kesekian banyak wujud kesenian yang ada di Bumi Blambangan Banyuwangi. Dengan banyaknya kesenian ini, maka secara tidak langsung memberikan warna dan identitas terhadap kabupaten ujung timur Jawa ini yaitu Banyuwangi. Kota yang sekaligus sebagai kota yang kaya seni dan budaya, sehingga tari Gandrung saat ini di tetapkan sebagai icon atau symbol pariwisata Kabupaten Banyuwangi.

Pada detail Mahkota yang dkenakan oleh gandrung di sebut Omprog , pada detailnya di hiasi ornament warna merah dan emas. Pada bagian atas mahkota terdapat ornament tokoh pewayangan ANTASENA, (tokoh perwujudan Ular berkepala manusia dengan memakai mahkota). Antasena disni digambarkan sebagai sosok yang sangat tegas, sakti mandraguna, sederhana, serta gigih dalam membasmi ketidak sewenang wenangan yang ada di muka bumi.

Ornament penting lainnya adalah Batik Banyuwangi, salah satu motif yang diangakat adalah motif GAJAH OLING, filosifi ini mengartikan Gajah yang merupakan binatang yang Besar, oling atau Iling yang berarti mengingat. Dalam hal ini mengingat Kebesaran Tuhan Yang Maha Esa. Motif Batik lainnya yang diangkat adalah PARAS GEMPAL bermakna paras merupakan Batu Cadas. Batu padas yang keras dapat terpecah / gempal hanya dengan tetesan air secara terus menerus. Hal ini bermakna sekeras – keras watak manusia dapat dihadapi atau luluh dengan kesabaran.

Terdapat 3 item warna utama dalam kostum gandrung yaitu Merah yang berarti keberanian, Hitam yanag melambangakan kekuatan dan kewibawaan dan emas yang melambangkan kemewahan, pesona, serta kecantikan.

Sumber : banyuwangitourism.com